Aceng Vinsmoke

Tuesday, January 7, 2020

Cumulative Update Untuk Windows 10 Versi 1909 [KB4530684]

Apa yang Baru untuk Windows 10, versi 1909 dan Windows 10, catatan rilis versi 1903


Windows 10, versi 1903 dan 1909 berbagi sistem operasi inti yang sama dan satu set file sistem yang identik. Akibatnya, fitur-fitur baru di Windows 10, versi 1909 dimasukkan dalam pembaruan kualitas bulanan terbaru untuk Windows 10, versi 1903 (dirilis 8 Oktober 2019), tetapi saat ini dalam keadaan tidak aktif. Fitur-fitur baru ini akan tetap tidak aktif sampai dihidupkan menggunakan paket enablement, yang merupakan "sakelar master" kecil yang cepat dipasang yang hanya mengaktifkan fitur Windows 10, versi 1909.

Untuk mencerminkan perubahan ini, catatan rilis untuk Windows 10, versi 1903 dan Windows 10, versi 1909 akan berbagi halaman riwayat pembaruan. Setiap halaman rilis akan berisi daftar masalah yang ditujukan untuk versi 1903 dan 1909. Perhatikan bahwa versi 1909 akan selalu berisi perbaikan untuk 1903; namun, 1903 tidak akan berisi perbaikan untuk 1909. Halaman ini akan memberi Anda nomor build untuk versi 1909 dan 1903 sehingga akan lebih mudah bagi dukungan untuk membantu Anda jika Anda menghadapi masalah.

Untuk detail lebih lanjut tentang paket pemberdayaan dan cara mendapatkan pembaruan fitur, lihat blog opsi pengiriman Windows 10, versi 1909.

Highlight

  • Pembaruan untuk meningkatkan keamanan ketika Windows melakukan operasi dasar.

Pemutakhiran dan Perbaikan

Windows 10, versi 1909

  • Pembaruan keamanan ini mencakup peningkatan kualitas. Perubahan utama termasuk:Membangun ini mencakup semua perbaikan dari Windows 10, versi 1903.
  • Tidak ada masalah tambahan yang didokumentasikan untuk rilis ini.

Windows 10, versi 1903

  • Jika Anda menginstal pembaruan sebelumnya, hanya perbaikan baru yang terkandung dalam paket ini yang akan diunduh dan diinstal pada perangkat Anda.
  • Untuk informasi lebih lanjut tentang kerentanan keamanan yang diselesaikan, lihat Panduan Pembaruan Keamanan.

Masalah yang dikenal dalam pembaruan ini

Microsoft saat ini tidak mengetahui adanya masalah dengan pembaruan ini.


Cara mendapatkan pembaruan ini

Sebelum menginstal pembaruan ini

Microsoft sangat menganjurkan Anda menginstal pembaruan tumpukan servis (SSU) terbaru untuk sistem operasi Anda sebelum menginstal pembaruan kumulatif terbaru (LCU). SSU meningkatkan keandalan proses pembaruan untuk mengurangi masalah potensial saat memasang LCU dan menerapkan perbaikan keamanan Microsoft. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Memperbaiki pembaruan tumpukan.

Jika Anda menggunakan Pembaruan Windows, SSU terbaru (KB4524569) akan ditawarkan kepada Anda secara otomatis. Untuk mendapatkan paket mandiri untuk SSU terbaru, mencarinya di Katalog Pembaruan Microsoft.

Friday, December 27, 2019

Unggul 13 Angka, Liverpool Kini Dihadapkan Dengan Jadwal Yang Padat Lima Laga ke Depan



LIVERPOOL – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, tidak memikirkan keunggulan 13 poin The Reds atas tim peringkat dua, Leicester City. Klopp mengaku, fokus timnya saat ini adalah mencari cara untuk meraih hasil maksimal dalam laga-laga ke depan di Liga Inggris.

Trent Alexander-Arnold dan kawan tampil luar biasa saat menghadapi Leicester dini hari tadi. Bermain di King Power Stadium, Liverpool menang 4-0 lewat gol-gol yang dilesakkan Roberto Firmino (31’ dan 74’), James Milner (71’) dan Alexander Arnold (78’).

Berkat kemenangan itu, Liverpool pun berhasil melebarkan jarak dengan Leicester di tempat kedua. Jumlah margin bahkan bisa lebih besar, mengingat Mohamed Salah serta kolega memiliki tabungan satu pertandingan.

Meski begitu, Klopp pantang tinggi hati. Terlebih dalam lima laga ke depan di Liga Inggris 2019-2020, Liverpool akan bersua penghuni delapan besar klasemen. Sebut saja Wolverhampton (dua kali), Sheffield United, Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Terdekat, pada Minggu 29 Desember 2019 malam WIB, Liverpool akan menjamu Wolverhampton. Kemungkinan besar, pelatih Klopp akan melakukan rotasi pemain demi menjaga kondisi fisik para pemainnya.



“Kami hanya fokus pada pertandingan berikutnya. Bagaimana saya harus katakan, kami akan menghadapi Wolverhampton, Sheffield United, Everton (Piala FA), Tottenham Hotspur dan Manchester United dalam lima pertandingan ke depan. Jujur, jadwal di atas tidak masuk akal bagi saya,” kata Klopp mengutip dari Sportskeeda, Jumat (27/12/2019).

Thursday, December 26, 2019

Dangdut Hot Body Bohay 2

Dangdut Hot - Body Bohay 1

Tuesday, December 24, 2019

Cara Menghitung Berat Badan Ideal




Halo sobat sehat, jumpa lagi dengan saya acengvinsmoke.

Pada artikel kali ini saya akan membahas sebuah topik. Yaitu : “Bagaimana Cara Menghitung Berat Badan Ideal?”.

Jadi, saya mendapatkan banyak pertanyaan di kolom comment.

“Dok, tinggi badan saya 170 cm. Tinggi badan saya 150 cm. Berapa sih berat badan ideal saya?”.

Jadi pada artikel kali ini, saya akan memberikan rumus kepada anda semua agar anda bisa menghitung berat badan anda sendiri.

‘Berapa berat badan yang ideal buat saya?’ dengan hanya menggunakan kalkulator.

Jadi, nama rumusnya ini adalah ‘Index Massa Tubuh’ atau kita sebut dengan Body Mass Index.

Caranya bagaimana?


Langkah pertama adalah anda harus mengukur dahulu berapa tinggi badan anda.

Jadi, ukurlah tinggi badan anda dengan alat pengukur tinggi badan.

Jadi, jangan gunakan penggaris 15 cm, lalu anda ukur dari kaki sampai kepala. Karena hasilnya tidak akan akurat.

Setelah itu, langkah kedua adalah timbang berat badan anda. Jadi, satuannya adalah kilogram.

Setelah mendapatkan itu semua, lalu bisa anda masukkan ke dalam rumus.

Rumusnya adalah berat badan dalam satuan kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan meter, lalu dikuadratkan.

Jadi misalkan berat badan anda 70 kg. Lalu, misalkan tinggi badan anda 150 cm.

Jadi, diubah dulu ke dalam satuan meter.

Yaitu 1,5 x 1,5.

Jadi, nanti hasilnya adalah 70 per 1,5 x 1,5.

Setelah anda dapatkan hasilnya, lalu cocokkan ke dalam tabel berikut. Ini adalah tabelnya.




Anda bisa cek disitu, ada BMI. Satuannya adalah kilogram, yaitu berat badan anda tadi per meter2.

Jadi disitu bisa anda lihat nilainya. Mulai kurang dari 18,5 itu underweight atau terlalu kurus.

Kemudian, normalnya 18,5 sampai 24,99. Kemudian overweight, di atas 25. Dan obesitas di atas 30.

Setelah anda cek itu semua, tergolong kategori manakah anda?

Lalu, apakah rumus ini bisa dipakai untuk semua orang?

Rata-rata, rumus ini dapat digunakan untuk orang pada umumnya.

Namun, berbeda lagi dengan mereka yang binaragawan. Contohnya Ade Rai.

Ade Rai dengan tinggi segitu dengan massa otot yang begitu besar, tentu saja jika menggunakan rumus ini Ade Rai akan masuk ke dalam golongan obesitas.

Padahal obesitas yang kita tahu adalah kelebihan lemak, bukan otot. Sedangkan bagi para binaragawan, rumus ini tidak bisa digunakan.

Tetapi bagi anda semua yang orang biasa, bukan binaragawan.

Anda semua yang hanya pekerja kantoran, pelajar atau mahasiswa, rumus ini dapat anda gunakan untuk mengontrol berat badan anda.

Jadi, jangan bertanya lagi di kolom comment : “Dok, tinggi badan saya 180 cm. Berapa sih berat badan ideal saya?”. Hitung sendiri ya.

Lalu jika anda malas untuk menghitung menggunakan kalkulator, gunakan HP atau android anda. Disitu juga terdapat kalkulator.

Atau anda bisa download aplikasi yang namanya IMT atau BMI. Silahkan anda cari sendiri.

Anda tinggal memasukkan jenis kelamin anda, kemudian berat badan anda, dan tinggi badan anda.

Dan yang harus anda perhatikan adalah satuannya. Jangan sampai anda salah memasukkan satuannya.

Misalkan centimeter atau meter. Anda harus perhatikan itu baik-baik.

Setelah anda mendapatkan hasilnya, lalu bisa anda cek sendiri. Jika berat badan anda normal, pertahankan. Itu sudah bagus.

Jika berat badan anda ternyata di bawah ideal atau terlalu kurus, berusahalah untuk menaikkan berat badan anda.

Perbanyak jumlah kalori dan perbaiki asupan pola makan anda. Perbanyak protein dan perbanyak karbohidrat.

Kemudian bagi anda yang kegemukan, segera turunkan berat badan anda. Apalagi bagi anda yang sudah masuk kategori obesitas.

Disana terdapat obesitas satu, dua dan tiga.

Jadi bagi anda yang obesitas, maka memiliki resiko untuk terkena penyakit metabolik lebih tinggi.
Seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan sebagainya.

Oke, semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat untuk anda semua.

Oke sobat sehat, sekian artikel dari saya.

Sampai jumpa di artikel saya selanjutnya. Salam hebat luar biasa..!!